Sabtu, 31 Maret 2018

saya dan frida adalah dua sosok yang berbeda, tentu saja

Diletakkannya lukisan lukisan itu, berjejer rapi berderet disandarkan pada tembok. Ia berjalan mencium bau cat yang belum kering, bernafas lega telah melahirkan anak anaknya, bukan anak biologis tentunya. Ia bermimpi menjadi Frida Kahlo dengan segala kesedihan yang menyelimuti dirinya, juga sisi artistik yang dimiliki oleh Frida, tentu saja. anak-anak yang lahir dari kesedihan, bergelayut manja di bahu ibunya. Malang memang, namun apa boleh buat. Ia bukan Frida Kahlo,  kesedihannya belum sepadan dengan apa yang Frida semasa hidup rasakan.
Jadi siapakah ia?
ia adalah saya, dan saya bukanlah seorang Frida.

Melahirkan anak memang sakit, kata orang orang seperti mau mati saja. secara fisik, ia memaksa keluar dari celah sempit yang dihimpit oleh kedua paha, bayangkan saja bagaimana rasanya, jika kau perempuan pasti kelak kau akan merasakan.

Melahirkan anak-anak dalam kanvas atau kertas juga sama sakitnya, meski bukan secara fisik, sakit itu lebih halus dan berada dalam setiap desir darah atau udara yang sedang dihirup. ia selamanya menetap disana, sakit itu tidak pernah berdarah. Sakit itu lebih santun, lebih sopan, mereka hanya akan datang ketika jiwa sedang kering dan kosong, pada malam malam atau dini hari misalnya.

Kamis, 15 Februari 2018

Halte

15 Februari 2018

Halte nya diam, kamu yang bergerak, realitanya juga bergerak, tidak ada yang sama, semua berubah ubah, itulah hidup. Semua serba tidak konsisten, maka itulah saya konsisten dengan ketidakkonsistenan saya. Kamu yang duduk, saya yang menghampiri, haltenya? Tetap diam, karena dia mati, benda mati yang selalu konsisten dengan keberadaannya. Jika ia berpindah, salahkan yang hidup, karena mustahil benda mati bisa bergerak, bukan?


 Hari ini saya lewat halte yang dulunya setiap jumat malam kamu duduki. Dia tetap disana, sedangkan kamu tidak, saya bergerak, kamu bergerak, haltenya masih saja diam.  Ingatan tidak bisa dilupakan meski tengah bersusah payah melakukan. Peristiwa tetap terjadi, meski ia sudah berbentuk lampau, ia tidak bisa dihapus. Jarum jam yang berputar terbalik akan menjamahnya sebagai peristiwa yang abadi, meski kenyataannya ia berputar sesuai porosnya hingga detik ini. Peristiwa adalah nyata, tapi waktu telah mengubahnya, menjadi bersifat maya, sementara bersifat maya, tapi hakikatnya ia adalah nyata, nyata pada masanya.

Sabtu, 10 Februari 2018

Atmos hai phera

Hai atmos dan phera. apakabar kalian? aku sedikit baik baik saja tapi banyak enggaknya. aku mulai dihantui dengan segala macam rutinitas yang kelak akan membuatku gila (red: kerja) oh ya aku sedang mengerjakan tugas terakhirku sebagai syarat lulus seorang mahasis(w)a yaitu skripshit, ah aku bosan. aku malas mengulik masalah masalah yang itu itu aja, Jadi akhir akhir ini aku sebenarnya sedang dikejar revisian Bab 1 dan bab 2. dan bodoamat, aku belum mulai mengerjakannya sampai sekarang, rasanya melihat tulisan tulisan yang begitu terkonsep aku ingin muntah sedikit mual dan pusing.
Hai atmos hai phera. kalian sudah makan ?  semoga saja sudah, senja kemarin dan hari ini bagus, jadi kuharap rasa laparmu sudah terobati setelah melihat warna oranye kemarin dan sekarang. aku kurang produktif. aku gila. aku tidak tahu harus bagaimana. menjadi semi dewasa itu menyebalkan, aku tidak suka. ketika kau dituntut usia untuk menjadi dewasa, kau harus mulai berubah, kau harus menghadapi realita yang memang sedang terjadi dan kau harus masuk kedalamnya, kau harus memikirkan hidupmu kelak, kau harus memutar otak untuk dapatkan duit, kau harus menjalin asmara dengan lawan jenis, dan kemudian kau menikah, memiliki anak, dan kau mengurus anak anak. AH bosan nya. kehidupan seperti robot. tatanan yang dari dulu masih subur dilakukan oleh penduduk bumi, ah konsep yang gini gini aja, ah ORANG TUA, AH MASYARAKAT, AH LINGKUNGAN.

Selasa, 06 Februari 2018

Mabuxxxx

Kepada terang yang menjadikannya malam benderang. Kepada bintang yang suatu saat menjelma menjadi arak. Aku mabuk karena Mu. 

Selasa, 11 Juli 2017

KEMBALI KEPADA siapa

sejak sajak kita berhamburan. pada sejuk yang sedang mengutuk. pada kita yang tak lagi kusebut kita. Berjumpa? pada apa? ruang dimensi berbeda?
aku tidak sedang menulis sesuatu tentang manusia, jangan salah. rinduku tak se sepele itu.
aku mau kita sama sama, seperti dulu, saat kau ku prioritaskan melebihi apapun, saat kau ada dalam diriku, dan ku berada dalam dirimu.

duh kekasih!

Sabtu, 01 April 2017

TERSERAH MENGADA

ijinkan saya menulis tentang perasaan. meski saya tahu, terkadang saya bukanlah makhluk yang punya perasaan. ah tidak itu hanya perasaan saya saja.
percayakah kalian kalau saya ini adalah alien yang diutus oleh petinggi alien dunia luar yang ditugaskan untuk menyeimbangkan populasi dunia? saya adalah alien, lahir tiba tiba ada karena pikiran mengisyaratkan bahwa saya ada. Jadi saya ada karena pikiran saya berfikir bahwa saya ada.   Jadi tidak ada bayi alien, tidak ada orang tua alien. saya ada karena pikiran saya ada.

Senin, 21 November 2016

BENAR SALAH TUHAN SAYA SELALU BENAR SALAH

ada yang bilang saya adalah tidak benar. karena saya bukan yang benar, maka tidak diperbenarkan membenarkan yang bukan kebenaran. jadi saya tetap tidak benar. kamu juga tidak benar. jadi kebenaran bukan pada saya atau pada kamu, yang ada padaku dan padamu hanya pembenaran. oh dimana kau yang maha benar?

sebentar,bukankah benar adalah refleksi dari salah?
jadi salah dan benar tidak ada bedanya?
jadi kenapa kau harus mempercayai kata kata saya? toh ini tidak benar, belum tentu benar.
toh ini hanya tulisan?
benar-salah adalah tulisan,
adalah kata kata. katakan saja benar. katakan saja salah. maka kau akan menjadi Tuhan,