15 Februari
2018
Halte nya
diam, kamu yang bergerak, realitanya juga bergerak, tidak ada yang sama, semua
berubah ubah, itulah hidup. Semua serba tidak konsisten, maka itulah saya
konsisten dengan ketidakkonsistenan saya. Kamu yang duduk, saya yang menghampiri,
haltenya? Tetap diam, karena dia mati, benda mati yang selalu konsisten dengan
keberadaannya. Jika ia berpindah, salahkan yang hidup, karena mustahil benda
mati bisa bergerak, bukan?
Hari ini saya lewat halte yang dulunya setiap
jumat malam kamu duduki. Dia tetap disana, sedangkan kamu tidak, saya bergerak,
kamu bergerak, haltenya masih saja diam.
Ingatan tidak bisa dilupakan meski tengah bersusah payah melakukan.
Peristiwa tetap terjadi, meski ia sudah berbentuk lampau, ia tidak bisa dihapus.
Jarum jam yang berputar terbalik akan menjamahnya sebagai peristiwa yang abadi,
meski kenyataannya ia berputar sesuai porosnya hingga detik ini. Peristiwa
adalah nyata, tapi waktu telah mengubahnya, menjadi bersifat maya, sementara
bersifat maya, tapi hakikatnya ia adalah nyata, nyata pada masanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar