Sabtu, 24 November 2018

suara anakku

aku berada dipojok dan tidak ada orang yang mau menatapku kecuali dia, ibuku yang melahirkan diriku. Bukan lahir normal ataupun sesar, melainkan lahir dari buah pikirnya.
Kusaksikan orang berlalu lalang didepanku, aku menatap mereeka, dan mereka mengacuhkan ku. ini tidak adil, mataku bahkan tak pernah sedetik pun berkedip melihat tingkah kaku mereka, menyaksikan gaya kritik dibuat buat ala kritikus seni yang sedang kencing. aku tepat berada pada ruang dimana aku sesak dipenuhi orang yang tak acuh, sebagai benda aku hanya ingin diperhatikan.

itu saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar