Jumat, 27 Juli 2018

Risalah Sabtu


Hai. namaku hari sabtu, aku disukai orang orang, aku dicintai semua keluarga, aku disayangi semua pegawai, aku disukai anak anak dari jenjang TK sampai SMA, juga muda mudi yang akan melepas rindunya, di mana saja.

Aku lahir sebelum adikku lahir, ia bernama hari minggu. orang orang menyukai juga, tapi akan mengeluh ketika hari minggu sudah sampai di batas akhir waktunya: malam menjelang hari senin.

Kenapa orang orang bersorak ketika aku tiba? aku tidak tahu. bagiku semua hari terlahir sama. Aku biasa saja, orang orang yang tidak biasa. sebenarnya, mereka-lah yang melahirkan hari hari terasa membosankan. Mereka membuat perencanaan-perencanaan, kemudian melakukan, melupakan dirinya sendiri, atau orang yang disayangi, dan mungkin melupakan waktu. mereka membuat daftar yang akan dilakukan, bekerja, mencari uang, kemudian bercita cita membeli waktu.
Aku suka geli melihat bahwa kenyataannya manusia telah membuat hidupnya begitu rumit, mereka sibuk melahap buku buku dan berdebat, tentang siapa yang paling benar, siapa yang salah, Membuka kitab kitab dan mencari pembenaran dirinya, atas kemauannya sendiri. melafalkan  teori teori tentang hidup yang pada akhirnya akan membuatnya kebingungan dengan teori tersebut.

Bukankah hidup sebenarnya sederhana?
Sesederhana menghirup nafas dan menghembuskannya? dan jika sudah habis masanya, ia kembali meniada. menjadi keberadaan yang meruang, butir butir halus dan menjadi apa saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar